24 Jul
Malaikat kecilku, seolah kapanpun kamu selalu menikmati harimu
Setiap kali kesedihan menghampiri dengan senyummu akan terusir kesedihan itu
Tak peduli seberapabiru hari-hari kita
Tapi Malaikat kecilku, selalu saja kamu bisa membuat lari biru kita
Malaikat kecilku, kali ini hatiku begitu sedih melihatmu tertunduk
Seolah kamu tak hendak berbagi apapun yang membuat kelam harimu
Apa yang terjadi, Malaikat kecilku? Sepatah kata berikan padaku
Dan akan kusingkirkan apapun yang membuatmu tertunduk pilu
Malaikat kecilku, apa yang tengah kamu lihat dengan teropong kecilmu
Seolah kamu sangat menikmati apapun itu dan yang sangat jauh
Apakah kamu melihat dirimu yang tengah bermain dengan bebas
Apakah kamu melihat dirimu yang tengah mencari-cari belahan dirinya?
Malaikat kecilku, seolah aku bisa hidup sepanjang hidupmu
Dan akan ku temani kamu mengarungi laut dan jalanmu
Seolah aku bisa terbang membawamu ke tempat impianmu
Dan akan ku bawa kamu terbang menjemput cita-cita tinggimu
Seolah aku adalah udara, akan kumasuki ragamu
Dan kuhilangkan semua takut dan sedihmu
Malaikat kecilku, ratusan bahkan ribuan kata akan kutulis
Seolah semua bintang, bulan bahkan matahari akan kuminta merunduk
Sebagai permohonan maafku atas semua sedih di harimu
Kemudian kkuambil ribuan bintang
Akan kukumpulkan untuk menghibur hatimu yang terluka
Sekarang, esok dan selamanya
Tak akan kubiarkan hati dan harimu jauh dari bahagia
Malaikat kecilku, tersenyumlah
Karena bahkan matahari pun akan tersenyum jika kamu bahagia
Bahkan bintang-bintang di langit memilih untuk bersinar
Demi melihat wajah ceriamu meski malam mulai kelam
Dan aku akan selalu besujud memohon padaNya
Untuk hati bersihmu dan untuk bahagiamu
Akan selalu kutengadahkan tangan ini padaNya
Untuk semua cita-cita, mimpi dan hidupmu yang bahagia
Sekarang, nanti dan selamaya.
Cerialah, Malaikat kecilku jangan ada lagi air mata
Aku tak akan sanggup melanjutkan hidupku dengan wajahmu penuh dengan air mata
Jemputlah dirimu yang bebas, Malaikat kecilku
Tidak akan aku biarkan siapapun merenggut bebasmu
Bebaslah, Malaikat kecilku
Akan kubiarkan dirimu merasakan bebas
seperti anak-anak yang kau lihat melalui teropong kecilmu
Lya
July 04, 2008
One Response for "Malaikat Kecilku"
PUTRIKU, MALAIKAT KECILKU
Ketuk ujung sepatu beradu tumit dalam kasut kusut
seberang jalanan berlumpur pagi
hujan tadi malam pukul satu dini hari
Dia, Malaikat kecil dengan topi di kepala
kepit buku usang di sayapnya
meniti asa di gedung tua tercoret angka
Tengadah pada sosok teladan
ingat beku tadi malam hamparan tikar berlobang
terang seterang bintang
tak ada penghalang atapnya hilang
gadis kecil menulis dipandang rembulan
Riang engkau bekata hendak menjadi apa
saat kedua sayapmu tumbuh dewasa
“Bersama lilin ini kutulis awal kisahku,Bu ” ucapmu lugu
teriris hatiku
“Dengan buku ini kumulai mimpiku,lanjutmu
meradang jiwaku
Malaikat kecilku…..
peti kita sudah sirna
bahkan beli buku baru Ibu tidak bisa
… lilin terakhir berduka
Ayunan jejak kecilnya
tapaki jalan belumpur karena hujan tadi malam
Malaikat kecilku,berjalan diatas sisa sisa kepedihan
… berjalan?
Rok merahnya semerah semangat pagi
baju putihnya seputih tulus hati
Senyum manisnya?
Ah, aku tak tahu apakah ia senang keluar dari rahimku
…
Langkah kecil putriku yang riang
mulai hari baru di sulit zaman
kubiarkan ia terbang
tak seperti yang pernah aku lakukan
… silam
Wassalam
Leave a reply