IbuBeberapa waktu yang lalu saya mengikuti Trainning di SATU CONSULTING Peta Bakat dengan Abah Rama sebagai nara sumber. Dan di tengah trainning itu beliau sempat menjelaskan apa (saja) penyebab sehingga kita jauh dari kata “sukses” meskipun seseorang itu sudah bergelimang harta.

Mungkin kita lupa akan peran Ibu dalam kehidupan kita. Sehingga kita lupa bagaimana seharusnya seorang Ibu dihormati. Apalagi jaman sudah berubah dimana seorang ibu bisa berperan sebagai teman bagi anaknya. Akan tetapi bukan berarti kita bisa memperlakukan Ibu seperti teman. Dan disinilah intermezo cerita mengenai seorang Ibu yang sangat berkesan buat saya dan mampu membuat saya hampir menitikkan air mata haru, sesal dan syukur karena begitu besar Kasih Sayang Ibu terhadap saya. Semoga Allah senantiasa mengasihi dan menyayangi Ibu kita. Amin.

——————————————————-

Suatu ketika seorang bayi siap untuk dilahirkan ke  dunia. Menjelang diturunkan dia bertanya kepada Tuhan,
“Para malaikat  di sini mengatakan  bahwa besok Engkau  akan mengirimku ke dunia, tetapi  bagaimana cara saya  hidup di sana, saya begitu kecil dan lemah,” kata si  bayi.

Tuhan menjawab, “Aku telah memilih satu malaikat  untukmu, ia akan menjaga dan mengasihimu.”
“Tapi di surga, apa yang saya lakukan hanyalah bernyanyi dan tertawa, ini cukup bagi saya untuk bahagia.” demikian kata si bayi.
Tuhan pun menjawab, “Malaikatmu akan bernyanyi dan tersenyum untukmu setiap hari, dan kamu akan merasakan kehangatan cintanya dan jadi lebih berbahagia
Si bayipun bertanya kembali, “Dan apa yang dapat saya lakukan saat saya ingin berbicara kepada-Mu?”
Sekali lagi Tuhan menjawab, “Malaikatmu akan mengajarkan bagaimana cara kamu berdoa.”
Si bayipun masih belum puas, ia pun bertanya lagi, “Saya mendengar bahwa di bumi banyak orang jahat, siapa yang akan  melindungi saya?“
Dengan penuh kesabaran Tuhanpun menjawab, “Malaikatmu akan melindungimu, dengan taruhan jiwanya sekalipun.”
Si bayipun tetap belum puas dan melanjutkan pertanyaannya, “Tapi saya akan bersedih karena tidak melihat Engkau lagi.”
Dan Tuhanpun menjawab, “Malaikatmu akan menceritakan kepadamu tentang Aku, dan akan mengajarkan bagaimana agar kamu bisa kembali kepada-Ku, walaupun sesungguhnya Aku selalu berada di sisimu.”
Saat itu surga begitu tenangnya, sehingga suara dari bumi dapat terdengar dan sang anak dengan suara lirih bertanya, “Tuhan, jika saya harus pergi sekarang, bisakah engkau memberitahu siapa nama malaikat di rumahku nanti?”
Tuhanpun menjawab, “Kamu dapat memanggil malaikatmu… IBU
Kenanglah Ibu yang menyayangimu
Untuk ibu yang selalu meneteskan air mata ketika aku pergi …..

Ingatkah engkau, ketika ibumu rela tidur tanpa selimut demi melihatmu, tidur nyenyak dengan dua selimut membalut tubuhmu ..?

Ingatkah engkau ketika jemari ibu mengusap lembut kepalamu ? ..dan ingatkah engkauketika air mata menetes dari mata ibumu ketika ia melihatmu terbaring sakit
Sesekali jenguklah ibumu yang selalu menantikan kepulanganmu di rumah tempat kau dilahirkan ,
Pastikan untuk memohon maaf pada ibumu yang selalu rindu akan senyumanmu.
Simpanlah sejenak kesibukan-kesibukan duniawi yang selalu membuatmu lupa untuk pulang
Segeralah jenguk ibumu yang selalu berdiri menantimu di depan pintu bahkan sampai larut malam.
Jangan biarkan engkau kehilangan saat-saat yang akan kau rindukan di masa datang…… ketika ibu telah tiada ……………
Tak ada lagi yang berdiri di depan pintu menyambut kita
Tak ada lagi senyuman indah … tanda bahagia.
Yang ada hanyalah kamar yang kosong tiada penghuninya,
Yang ada hanyalah baju yang digantung di lemari kamarnya.
Tak ada lagi yang menyiapkan sarapan pagi untukmu makan, tak ada lagi yang rela merawatmu sampai larut malam ketika engkau sakit…
Tak ada lagi dan tak akan ada lagi yang meneteskan air mata mendo’akanmu disetiap hembusan nafasnya
Pulanglah segera ….. peluklah ibu yang selalu menyayangimu ..
Ciumlah kaki ibu yang selalu merindukanmu dan berikanlah yang terbaik diakhir hayatnya.
Kawan Kawan,…… marilah kita berdo’a untuk kesehatannya dan rasakanlah pelukan cinta dan kasih sayangnya
Jangan biarkan engkau menyesal di masa datang dan kembalilah pada ibu yang selalu menyayangimu ..
Kenanglah semua - cinta dan kasih sayangnya …
Ibu .. maafkan aku .
Sampai kapanpun jasamu tak akan terbalas.
I Love You, Mom.

Ditulis kembali oleh Lya

Sumber : Trainning Peta Bakat By, Abah Rama.