<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	>
<channel>
	<title>Comments on: Malaikat Kecilku</title>
	<atom:link href="http://www.sabyla.com/blog/malaikat-kecilku/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://www.sabyla.com/blog/malaikat-kecilku/</link>
	<description></description>
	<pubDate>Tue, 06 Jan 2009 21:55:11 +0000</pubDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.5.1</generator>
		<item>
		<title>By: Reev</title>
		<link>http://www.sabyla.com/blog/malaikat-kecilku/#comment-11</link>
		<dc:creator>Reev</dc:creator>
		<pubDate>Sat, 26 Jul 2008 14:16:39 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://www.sabyla.com/?p=16#comment-11</guid>
		<description>&lt;strong&gt;PUTRIKU, MALAIKAT KECILKU&lt;/strong&gt;

Ketuk ujung sepatu beradu tumit dalam kasut kusut
seberang jalanan berlumpur pagi
hujan tadi malam pukul satu dini hari

Dia, Malaikat kecil dengan topi di kepala
kepit buku usang di sayapnya
meniti asa di gedung tua tercoret angka

Tengadah pada sosok teladan
ingat beku tadi malam hamparan tikar berlobang
terang seterang bintang
tak ada penghalang atapnya hilang
gadis kecil menulis dipandang rembulan

Riang engkau bekata hendak menjadi apa
saat kedua sayapmu tumbuh dewasa

"Bersama lilin ini kutulis awal kisahku,Bu " ucapmu lugu
teriris hatiku
"Dengan buku ini kumulai mimpiku,lanjutmu
meradang jiwaku

Malaikat kecilku.....
peti kita sudah sirna
bahkan beli buku baru Ibu tidak bisa
... lilin terakhir berduka

Ayunan jejak kecilnya
tapaki jalan belumpur karena hujan tadi malam
Malaikat kecilku,berjalan diatas sisa sisa kepedihan
... berjalan?

Rok merahnya semerah semangat pagi
baju putihnya seputih tulus hati
Senyum manisnya?
Ah, aku tak tahu apakah ia senang keluar dari rahimku
...

Langkah kecil putriku yang riang
mulai hari baru di sulit zaman
kubiarkan ia terbang
tak seperti yang pernah aku lakukan
... silam

Wassalam</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p><strong>PUTRIKU, MALAIKAT KECILKU</strong></p>
<p>Ketuk ujung sepatu beradu tumit dalam kasut kusut<br />
seberang jalanan berlumpur pagi<br />
hujan tadi malam pukul satu dini hari</p>
<p>Dia, Malaikat kecil dengan topi di kepala<br />
kepit buku usang di sayapnya<br />
meniti asa di gedung tua tercoret angka</p>
<p>Tengadah pada sosok teladan<br />
ingat beku tadi malam hamparan tikar berlobang<br />
terang seterang bintang<br />
tak ada penghalang atapnya hilang<br />
gadis kecil menulis dipandang rembulan</p>
<p>Riang engkau bekata hendak menjadi apa<br />
saat kedua sayapmu tumbuh dewasa</p>
<p>&#8220;Bersama lilin ini kutulis awal kisahku,Bu &#8221; ucapmu lugu<br />
teriris hatiku<br />
&#8220;Dengan buku ini kumulai mimpiku,lanjutmu<br />
meradang jiwaku</p>
<p>Malaikat kecilku&#8230;..<br />
peti kita sudah sirna<br />
bahkan beli buku baru Ibu tidak bisa<br />
&#8230; lilin terakhir berduka</p>
<p>Ayunan jejak kecilnya<br />
tapaki jalan belumpur karena hujan tadi malam<br />
Malaikat kecilku,berjalan diatas sisa sisa kepedihan<br />
&#8230; berjalan?</p>
<p>Rok merahnya semerah semangat pagi<br />
baju putihnya seputih tulus hati<br />
Senyum manisnya?<br />
Ah, aku tak tahu apakah ia senang keluar dari rahimku<br />
&#8230;</p>
<p>Langkah kecil putriku yang riang<br />
mulai hari baru di sulit zaman<br />
kubiarkan ia terbang<br />
tak seperti yang pernah aku lakukan<br />
&#8230; silam</p>
<p>Wassalam</p>
]]></content:encoded>
	</item>
</channel>
</rss>
