<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	>

<channel>
	<title></title>
	<atom:link href="http://www.sabyla.com/blog/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://www.sabyla.com/blog</link>
	<description></description>
	<pubDate>Thu, 24 Jul 2008 03:29:29 +0000</pubDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.5.1</generator>
	<language>en</language>
			<item>
		<title>Malaikat Kecilku</title>
		<link>http://www.sabyla.com/blog/malaikat-kecilku/</link>
		<comments>http://www.sabyla.com/blog/malaikat-kecilku/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 24 Jul 2008 03:29:29 +0000</pubDate>
		<dc:creator>sabyla</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Family]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.sabyla.com/?p=16</guid>
		<description><![CDATA[Malaikat kecilku, seolah kapanpun kamu selalu menikmati harimu
 Setiap kali kesedihan menghampiri dengan senyummu akan terusir kesedihan itu
 Tak peduli seberapabiru hari-hari kita
 Tapi Malaikat kecilku, selalu saja kamu bisa membuat lari biru kita

Malaikat kecilku, kali ini hatiku begitu sedih melihatmu tertunduk
 Seolah kamu tak hendak berbagi apapun yang membuat kelam harimu
 Apa yang terjadi, Malaikat kecilku? Sepatah kata berikan padaku
 Dan akan kusingkirkan apapun yang membuatmu tertunduk pilu]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Malaikat kecilku, seolah kapanpun kamu selalu menikmati harimu<br />
Setiap kali kesedihan menghampiri dengan senyummu akan terusir kesedihan itu<br />
Tak peduli seberapabiru hari-hari kita<br />
Tapi Malaikat kecilku, selalu saja kamu bisa membuat lari biru kita</p>
<p>Malaikat kecilku, kali ini hatiku begitu sedih melihatmu tertunduk<br />
Seolah kamu tak hendak berbagi apapun yang membuat kelam harimu<br />
Apa yang terjadi, Malaikat kecilku? Sepatah kata berikan padaku<br />
Dan akan kusingkirkan apapun yang membuatmu tertunduk pilu</p>
<p><span id="more-16"></span></p>
<p>Malaikat kecilku, apa yang tengah kamu lihat dengan teropong kecilmu<br />
Seolah kamu sangat menikmati apapun itu dan yang sangat jauh<br />
Apakah kamu melihat dirimu yang tengah bermain dengan bebas<br />
Apakah kamu melihat dirimu yang tengah mencari-cari belahan dirinya?</p>
<p>Malaikat kecilku, seolah aku bisa hidup sepanjang hidupmu<br />
Dan akan ku temani kamu mengarungi laut dan jalanmu<br />
Seolah aku bisa terbang membawamu ke tempat impianmu<br />
Dan akan ku bawa kamu terbang menjemput cita-cita tinggimu<br />
Seolah aku adalah udara, akan kumasuki ragamu<br />
Dan kuhilangkan semua takut dan sedihmu</p>
<p>Malaikat kecilku, ratusan bahkan ribuan kata akan kutulis<br />
Seolah semua bintang, bulan bahkan matahari akan kuminta merunduk<br />
Sebagai permohonan maafku atas semua sedih di harimu<br />
Kemudian kkuambil ribuan bintang<br />
Akan kukumpulkan untuk menghibur hatimu yang terluka</p>
<p>Sekarang, esok dan selamanya<br />
Tak akan kubiarkan hati dan harimu jauh dari bahagia<br />
Malaikat kecilku, tersenyumlah<br />
Karena bahkan matahari pun akan tersenyum jika kamu bahagia<br />
Bahkan bintang-bintang di langit memilih untuk bersinar<br />
Demi melihat wajah ceriamu meski malam mulai kelam</p>
<p>Dan aku akan selalu besujud memohon padaNya<br />
Untuk hati bersihmu dan untuk bahagiamu<br />
Akan selalu kutengadahkan tangan ini padaNya<br />
Untuk semua cita-cita, mimpi dan hidupmu yang bahagia<br />
Sekarang, nanti dan selamaya.</p>
<p>Cerialah, Malaikat kecilku jangan ada lagi air mata<br />
Aku tak akan sanggup melanjutkan hidupku dengan wajahmu penuh dengan air mata<br />
Jemputlah dirimu yang bebas, Malaikat kecilku<br />
Tidak akan aku biarkan siapapun merenggut bebasmu<br />
Bebaslah, Malaikat kecilku<br />
Akan kubiarkan dirimu merasakan bebas<br />
seperti anak-anak yang kau lihat melalui teropong kecilmu</p>
<p>Lya<br />
July 04, 2008</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.sabyla.com/blog/malaikat-kecilku/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Ibu</title>
		<link>http://www.sabyla.com/blog/ibu/</link>
		<comments>http://www.sabyla.com/blog/ibu/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 23 Jun 2008 07:22:53 +0000</pubDate>
		<dc:creator>sabyla</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Great Story]]></category>

		<category><![CDATA[Ibu]]></category>

		<category><![CDATA[Malaikat]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.sabyla.com/?p=15</guid>
		<description><![CDATA[Beberapa waktu yang lalu saya mengikuti Trainning di SATU CONSULTING Peta Bakat dengan Abah Rama sebagai nara sumber. Dan di tengah trainning itu beliau sempat menjelaskan apa (saja) penyebab sehingga kita jauh dari kata &#8220;sukses&#8221; meskipun seseorang itu sudah bergelimang harta.
Mungkin kita lupa akan peran Ibu dalam kehidupan kita. Sehingga kita lupa bagaimana seharusnya seorang Ibu dihormati. Apalagi jaman [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="alignleft" src="http://www.astro-nusantara.com/media/ibu.gif" alt="Ibu" />Beberapa waktu yang lalu saya mengikuti Trainning di SATU CONSULTING Peta Bakat dengan Abah Rama sebagai nara sumber. Dan di tengah trainning itu beliau sempat menjelaskan apa (saja) penyebab sehingga kita jauh dari kata &#8220;sukses&#8221; meskipun seseorang itu sudah bergelimang harta.</p>
<p>Mungkin kita lupa akan peran Ibu dalam kehidupan kita. Sehingga kita lupa bagaimana seharusnya seorang Ibu dihormati. Apalagi jaman sudah berubah dimana seorang ibu bisa berperan sebagai teman bagi anaknya. Akan tetapi bukan berarti kita bisa memperlakukan Ibu seperti teman. Dan disinilah intermezo cerita mengenai seorang Ibu yang sangat berkesan buat saya dan mampu membuat saya hampir menitikkan air mata haru, sesal dan syukur karena begitu besar Kasih Sayang Ibu terhadap saya. Semoga Allah senantiasa mengasihi dan menyayangi Ibu kita. Amin.</p>
<p>&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;-<span id="more-15"></span></p>
<p>Suatu ketika seorang bayi siap untuk dilahirkan ke  dunia. Menjelang diturunkan dia bertanya kepada Tuhan,<br />
&#8220;Para malaikat  di sini mengatakan  bahwa besok Engkau  akan mengirimku ke dunia, tetapi  bagaimana cara saya  hidup di sana, saya begitu kecil dan lemah,&#8221; kata si  bayi.</p>
<p>Tuhan menjawab, &#8220;Aku telah memilih satu malaikat  untukmu, ia akan menjaga dan mengasihimu.&#8221;<br />
&#8220;Tapi di surga, apa yang saya lakukan hanyalah bernyanyi dan tertawa, ini cukup bagi saya untuk bahagia.&#8221; demikian kata si bayi.<br />
Tuhan pun menjawab, &#8220;Malaikatmu akan bernyanyi dan tersenyum untukmu setiap hari, dan kamu akan merasakan kehangatan cintanya dan jadi lebih berbahagia<br />
Si bayipun bertanya kembali, &#8220;Dan apa yang dapat saya lakukan saat saya ingin berbicara kepada-Mu?&#8221;<br />
Sekali lagi Tuhan menjawab, &#8220;Malaikatmu akan mengajarkan bagaimana cara kamu berdoa.&#8221;<br />
Si bayipun masih belum puas, ia pun bertanya lagi, &#8220;Saya mendengar bahwa di bumi banyak orang jahat, siapa yang akan  melindungi saya?“<br />
Dengan penuh kesabaran Tuhanpun menjawab, &#8220;Malaikatmu akan melindungimu, dengan taruhan jiwanya sekalipun.&#8221;<br />
Si bayipun tetap belum puas dan melanjutkan pertanyaannya, &#8220;Tapi saya akan bersedih karena tidak melihat Engkau lagi.&#8221;<br />
Dan Tuhanpun menjawab, &#8220;Malaikatmu akan menceritakan kepadamu tentang Aku, dan akan mengajarkan bagaimana agar kamu bisa kembali kepada-Ku, walaupun sesungguhnya Aku selalu berada di sisimu.&#8221;<br />
Saat itu surga begitu tenangnya, sehingga suara dari bumi dapat terdengar dan sang anak dengan suara lirih bertanya, &#8220;Tuhan, jika saya harus pergi sekarang, bisakah engkau memberitahu siapa nama malaikat di rumahku nanti?&#8221;<br />
Tuhanpun menjawab, &#8220;Kamu dapat memanggil malaikatmu&#8230; IBU<br />
Kenanglah Ibu yang menyayangimu<br />
Untuk ibu yang selalu meneteskan air mata ketika aku pergi &#8230;..</p>
<p>Ingatkah engkau, ketika ibumu rela tidur tanpa selimut demi melihatmu, tidur nyenyak dengan dua selimut membalut tubuhmu ..?</p>
<p>Ingatkah engkau ketika jemari ibu mengusap lembut kepalamu ? ..dan ingatkah engkauketika air mata menetes dari mata ibumu ketika ia melihatmu terbaring sakit<br />
Sesekali jenguklah ibumu yang selalu menantikan kepulanganmu di rumah tempat kau dilahirkan ,<br />
Pastikan untuk memohon maaf pada ibumu yang selalu rindu akan senyumanmu.<br />
Simpanlah sejenak kesibukan-kesibukan duniawi yang selalu membuatmu lupa untuk pulang<br />
Segeralah jenguk ibumu yang selalu berdiri menantimu di depan pintu bahkan sampai larut malam.<br />
Jangan biarkan engkau kehilangan saat-saat yang akan kau rindukan di masa datang…… ketika ibu telah tiada ……………<br />
Tak ada lagi yang berdiri di depan pintu menyambut kita<br />
Tak ada lagi senyuman indah &#8230; tanda bahagia.<br />
Yang ada hanyalah kamar yang kosong tiada penghuninya,<br />
Yang ada hanyalah baju yang digantung di lemari kamarnya.<br />
Tak ada lagi yang menyiapkan sarapan pagi untukmu makan, tak ada lagi yang rela merawatmu sampai larut malam ketika engkau sakit&#8230;<br />
Tak ada lagi dan tak akan ada lagi yang meneteskan air mata mendo&#8217;akanmu disetiap hembusan nafasnya<br />
Pulanglah segera ….. peluklah ibu yang selalu menyayangimu ..<br />
Ciumlah kaki ibu yang selalu merindukanmu dan berikanlah yang terbaik diakhir hayatnya.<br />
Kawan Kawan,…… marilah kita berdo&#8217;a untuk kesehatannya dan rasakanlah pelukan cinta dan kasih sayangnya<br />
Jangan biarkan engkau menyesal di masa datang dan kembalilah pada ibu yang selalu menyayangimu ..<br />
Kenanglah semua - cinta dan kasih sayangnya &#8230;<br />
Ibu .. maafkan aku .<br />
Sampai kapanpun jasamu tak akan terbalas.<br />
I Love You, Mom.</p>
<p>Ditulis kembali oleh Lya</p>
<p>Sumber : Trainning Peta Bakat By, Abah Rama.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.sabyla.com/blog/ibu/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>CERITAKAN PADA DUNIA UNTUKKU</title>
		<link>http://www.sabyla.com/blog/ceritakan-pada-dunia-untukku/</link>
		<comments>http://www.sabyla.com/blog/ceritakan-pada-dunia-untukku/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 19 Jun 2008 09:32:30 +0000</pubDate>
		<dc:creator>sabyla</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Family]]></category>

		<category><![CDATA[cerita]]></category>

		<category><![CDATA[dunia]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.sabyla.com/?p=14</guid>
		<description><![CDATA[Posted by John Powell, S.j. on 2007-11-15
Sekitar 14 tahun yang lalu, aku berdiri menyaksikan para mahasiswaku berbaris memasuki kelas untuk mengikuti kuliah pertama tentang teologi iman.
Pada hari itulah untuk pertama kalinya aku melihat Tommy. Dia sedang menyisir rambutnya yang terurai sampai sekitar 20 cm dibawah bahunya. Penilaian singkatku: dia seorang yang aneh ? sangat aneh.
Tommy [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Posted by John Powell, S.j. on 2007-11-15</p>
<p>Sekitar 14 tahun yang lalu, aku berdiri menyaksikan para mahasiswaku berbaris memasuki kelas untuk mengikuti kuliah pertama tentang teologi iman.<br />
Pada hari itulah untuk pertama kalinya aku melihat Tommy. Dia sedang menyisir rambutnya yang terurai sampai sekitar 20 cm dibawah bahunya. Penilaian singkatku: dia seorang yang aneh ? sangat aneh.</p>
<p>Tommy ternyata menjadi tantanganku yang terberat. Dia terus-menerus mengajukan keberatan. Dia juga melecehkan tentang kemungkinan Tuhan mencintai secara tanpa pamrih.<span id="more-14"></span></p>
<p>Ketika dia muncul untuk mengikuti ujian di akhir kuliah, dia bertanya dengan agak sinis, &#8220;Menurut Pastor apakah saya akan pernah menemukan Tuhan?&#8221; Tidak,&#8221; jawabku dengan sungguh-sungguh. &#8220;Oh,&#8221; sahutnya.<br />
&#8220;Rasanya Anda memang tidak pernah mengajarkan bagaimana menemukan Tuhan.&#8221; Kubiarkan dia berjalan sampai lima langkah lagi dari pintu, lalu kupanggil. &#8220;Saya rasa kamu tak akan pe rnah menemukan-Nya. Tapi, saya yakin Dialah yang akan menemukanmu. &#8221;<br />
Tommy mengangkat bahu, lalu pergi.</p>
<p>Aku merasa agak kecewa karena dia tidak bisa menangkap maksud kata-kataku. Kemudian kudengar Tommy sudah lulus, dan saya bersyukur.<br />
Namun kemudian tiba berita yang menyedihkan: Tommy mengidap kanker yang sudah parah. Sebelum saya sempat mengunjunginya, dia yang lebih dulu menemui saya. Saat dia melangkah masuk ke kantor saya, tubuhnya sudah menyusut, dan rambutnya yang panjang sudah rontok karena pengobatan dengan kemoterapi.</p>
<p>Namun, matanya tetap bercahaya dan suaranya, untuk pertama kalinya, terdengar tegas. &#8220;Tommy ! Saya sering memikirkanmu. Katanya kamu sakit keras?&#8221; tanyaku langsung. &#8220;Oh ya, saya memang sakit keras. Saya menderita kanker. Waktu saya hanya tinggal beberapa minggu lagi.&#8221;<br />
&#8220;Kamu mau membicarakan itu?&#8221;<br />
&#8220;Boleh saja. Apa yang ingin Pastor ketahui?&#8221;<br />
&#8220;Bagaimana rasanya baru berumur 24 tahun, tapi kematian sudah menjelang?&#8221;<br />
Jawabnya, &#8220;Ini lebih baik ketimbang jadi lelaki berumur 50 tahun namun mengira bahwa minum minuman keras, bermain perempuan, dan memburu harta adalah hal-hal yang &#8216;utama&#8217; dalam hidup ini.&#8221;</p>
<p>Lalu dia mengatakan mengapa dia menemuiku.<br />
&#8220;Sesuatu yang Pastor pernah katakan pada saya pada hari terakhir kuliah Pastor. Saya bertanya waktu itu apakah saya akan pernah menemukan Tuhan, dan Pastor mengatakan tidak. Jawaban yang sungguh mengejutkan saya. Lalu, Pastor mengatakan bahwa Tuhanlah yang akan menemukan saya. Saya sering memikirkan kata-kata Bapak itu, meskipun pencarian Tuhan yang saya lakukan pada masa itu tidaklah sungguh-sungguh.<br />
&#8220;Tetapi, ketika dokter mengeluarkan segumpal daging dari pangkal paha saya&#8221;, Tommy melanjutkan &#8220;dan mengatakan bahwa gumpalan itu ganas, saya pun mulai serius melacak Tuhan. Dan ketika tumor ganas itu menyebar sampai ke organ-organ vital,saya benar-benar menggedor-gedor pintu surga. Tapi tak terjadi apa pun..&#8221;</p>
<p>Lalu, saya terbangun di suatu hari, dan saya tidak lagi berusaha keras mencari-cari pesan itu. Saya menghentikan segala usaha itu. Saya memutuskan untuk tidak peduli sama sekali pada Tuhan, kehidupan setelah kematian, atau hal-hal sejenis itu.&#8221;</p>
<p>&#8220;Saya memutuskan untuk melewatkan waktu yang tersisa melakukan hal-hal penting,&#8221; lanjut Tommy. &#8220;Saya teringat tentang Pastor dan kata-kata Pastor yang lain: Kesedihan yang paling utama adalah menjalani hidup tanpa mencintai. Tapi hampir sama sedihnya, meninggalkan dunia ini tanpa mengatakan pada orang yang saya cintai bahwa kau mencintai mereka.</p>
<p>Jadi saya memulai dengan orang yang tersulit : ayah saya. Ayah Tommy waktu itu sedang membaca koran saat anaknya menghampirinya. &#8220;Pa, aku ingin bicara.&#8221; &#8220;Bicara saja.&#8221; &#8220;Pa, ini penting sekali.&#8221; Korannya turun perlahan 8 cm. &#8221; Ada apa?&#8221; &#8220;Pa, aku cinta Papa. Aku hanya ingin Papa tahu itu.&#8221; Tommy tersenyum padaku saat mengenang saat itu.<br />
&#8220;Korannya jatuh ke lantai. Lalu ayah saya melakukan dua hal yang seingatku belum pernah dilakukannya. Ia menangis dan memelukku. Dan kami mengobrol semalaman, meskipun dia harus bekerja besok paginya.&#8221;</p>
<p>&#8220;Dengan ibu saya dan adik saya lebih mudah,&#8221; sambung Tommy. &#8220;Mereka menangis bersama saya, dan kami berpelukan, dan berbagi hal yang kami rahasiakan bertahun-tahun. Saya hanya menyesalkan mengapa saya harus menunggu sekian lama. Saya berada dalam bayang-bayang kematian, dan saya baru memulai terbuka pada semua orang yang sebenarnya dekat dengan saya.</p>
<p>&#8220;Lalu suatu hari saya berbalik dan Tuhan ada di situ. Ia tidak datang saat saya memohon pada-Nya. Rupanya Dia bertindak menurut kehendak-Nya dan pada waktu-Nya. Yang penting adalah Pastor benar. Dia menemukan saya bahkan setelah saya berhenti mencari-Nya. &#8221;<br />
&#8220;Tommy,&#8221; aku tersedak,<br />
&#8220;Menurut saya, kata-katamu lebih universal daripada yang kamu sadari. Kamu menunjukkan bahwa cara terpasti untuk menemukan Tuhan adalah bukan dengan membuatnya menjadi milik pribadi atau penghiburan instan saat membutuhkan, melainkan dengan membuka diri pada cinta kasih.&#8221;</p>
<p>&#8220;Tommy,&#8221; saya menambahkan, &#8220;boleh saya minta tolong? Maukah kamu datang ke kuliah teologi iman dan mengatakan kepada para mahasiswa saya apa yang baru kamu ceritakan?&#8221;</p>
<p>Meskipun kami menjadwalkannya, ia tak berhasil hadir hari itu. Tentu saja, karena ia harus berpulang. Ia melangkah jauh dari iman ke visi. Ia menemukan kehidupan yang jauh lebih indah daripada yang pernah dilihat mata kemanusiaan atau yang pernah dibayangkan.</p>
<p>Sebelum ia meninggal, kami mengobrol terakhir kali. Saya tak akan mampu hadir di kuliah Bapak,&#8221; katanya.<br />
&#8220;Saya tahu, Tommy.&#8221; &#8220;Maukah Bapak menceritakannya untuk saya?<br />
Maukah Bapak menceritakannya pada dunia untuk saya?&#8221; &#8220;Ya, Tommy. Saya akan melakukannya. &#8221;</p>
<p>(Sebarkan  ini untuk membantu Pater John menyebarkan cerita Tommy pada dunia).</p>
<p>Re-Write by, Lya</p>
<p>Source: IloveBlue.com</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.sabyla.com/blog/ceritakan-pada-dunia-untukku/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>TO GIVE OR TO GET</title>
		<link>http://www.sabyla.com/blog/to-give-or-to-get/</link>
		<comments>http://www.sabyla.com/blog/to-give-or-to-get/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 13 Jun 2008 15:03:33 +0000</pubDate>
		<dc:creator>sabyla</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Family]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.sabyla.com/?p=13</guid>
		<description><![CDATA[Seorang pebisnis muda datang mengadukan masalahnya kepada sahabat saya yang berprofesi sebagai konsultan spiritual bisnis.
Pebisnis itu membuka masalahannya dengan mengatakan, &#8220;Pak saya memiliki adik yang sangat durhaka. Ketika kuliah saya yang membiayai. Ketika dia menikah saya yang menikahkan dan
menanggung semua biayanya.
Sekarang berbekal satu kwitansi atas namanya, dia akan menggugat saya ke pengadilan.
Dalam gugatannya ia mengatakan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Seorang pebisnis muda datang mengadukan masalahnya kepada sahabat saya yang berprofesi sebagai konsultan spiritual bisnis.</p>
<p>Pebisnis itu membuka masalahannya dengan mengatakan, &#8220;Pak saya memiliki adik yang sangat durhaka. Ketika kuliah saya yang membiayai. Ketika dia menikah saya yang menikahkan dan<br />
menanggung semua biayanya.</p>
<p>Sekarang berbekal satu kwitansi atas namanya, dia akan menggugat saya ke pengadilan.<br />
Dalam gugatannya ia mengatakan rumah yang saya tempati adalah milik adik saya.&#8221;<br />
Pebisnis muda itu diam sejenak sambil menarik napas panjang.<span id="more-13"></span></p>
<p>Kemudian dia meneruskan ceritanya, &#8220;Padahal rumah itu saya beli dengan tetesan keringat saya.</p>
<p>Saya nggak habis pikir, mengapa dia tega melakukan ini. Saya minta petunjuk dari Bapak bagaimana<br />
menundukkan adik saya.</p>
<p>Saya ingin agar adik saya sadar dan tidak usah membawa permasalahan itu ke pengadilan. Saya malu<br />
dengan banyak orang.&#8221; Kemudian konsultan bertanya, &#8220;Dari mana uang yang kamu gunakan untuk membangun rumahmu?&#8221; Orang itu menjawab, &#8220;Dari hasil jerih payah usaha saya. Saya pernah punya usaha pom bensin tapi sekarang sudah bangkrut.&#8221;</p>
<p>Terusdarimana modal usaha pom bensinmu? desak sang konsultan. Dia terdiam.</p>
<p>Setelah menarik nafas panjang, dia berkata, &#8220;Modal usaha pom bensin saya peroleh dari hasil penjualan<br />
tanah milik ibu saya. Saya jual tanah itu tanpa izin ibu saya. Ibu saya kecewa, tak lama setelah kejadian itu ibu saya dipanggil Yang Maha Kuasa.&#8221;</p>
<p>&#8220;Itulah sebab musabab problem anda. Memulai usaha dengan uang yang tidak bersih bahkan dengan cara<br />
menyakiti ibu kandung anda. Ironisnya, anda belum sempat meminta maaf kepada ibu anda dan dia sudah meninggal dunia,&#8221; jawab sang konsultan.</p>
<p>&#8220;Terus bagaimana saya selanjutnya? &#8221; kata orang itu. Konsultan energik itu menjawab, &#8220;Ikhlaskan rumah itu<br />
buat adik anda. Kehidupan anda tidak akan berkah dengan rumah yang merupakan buah dari menyakiti ibu anda.&#8221;</p>
<p>Butiranjernih mengalir di pipi orang itu. Dengan nada tersengal dia berkata, &#8220;Lalu dimana keluarga saya harus berteduh?</p>
<p>Sang konsultan menjawab, &#8220;Allah , Tuhan Penguasa Alam Maha Kaya, pasti ada jalan yang akan Dia berikan.&#8221;</p>
<p>Sesampainya di rumah sang kakak memanggil adiknya, &#8220;Adikku daripada kita bertengkar di pengadilan dan<br />
hubungan persaudaraan kita rusak hanya karena rumah ini, aku serahkan rumah ini untukmu. Akui khlas. Rumah ini sebenarnya milik ibu, bukan milik saya. Mulai hari ini, rumah ibu ini aku serahkan sepenuhnya untukmu.&#8221;</p>
<p>Sang adik berdiri dan kemudian memeluk sang kakak sambil berkata, &#8220;Kakakku, rumah ini adalah rumahmu<br />
maka ambilah.</p>
<p>Saya tidak akan meneruskan di pengadilan. Tinggalah dengan damai di rumah ini bersama istri dan anak-anak kakak.</p>
<p>Saya bangga menjadi adikmu. Saya tak ingin kehilangan engkau kakakku&#8230;&#8221; Keduanya berpelukan dengan linangan air mata di masing-masing pipinya.</p>
<p>Kisah nyata di atas memberi pelajaran kepada kita bahwa ketika kita berpikir apa yang akan saya dapatkan (to GET) maka yang kita peroleh adalah kegelisahan dan permusuhan.</p>
<p>Sebaliknya ketika kita berpikir apa yang bisa saya berikan ( to GIVE ) maka yang kita peroleh kedamaian, rasa hormat, rasa cinta dan persaudaraan.</p>
<p>Tatkala kita berpikir to GET pada hakekatnya kita masih TERJAJAH. Terjajah oleh harta, terjajah oleh jabatan, terjajah oleh kepentingan dan terjajah oleh gengsi.</p>
<p>Orang-orang yang merdeka adalah orang yang di dalam dirinya tertanam kuat sikap to GIVE. Bila ia memiliki harta, ilmu dan karunia lainnya ia selalu berpikir kepada siapa lagi saya harus berbagi&#8230; berbagi&#8230;dan berbagi.</p>
<p>Negeri ini akan terus tumbuh, berkembang, maju dengan diselimuti kedamaian, rasa cinta, persaudaraan, dan kemulian bila sebagian besar diantara kita mengembangkan sikap to GIVE ketimbang to GET</p>
<p>Kita semua harus selalu berpikir, apa yang sudah saya berikan buat anak, mitra kerja, perusahaan, pasangan hidup, saudara, orang tua, bangsa dan Sang Maha Pencipta? Pertanyaan itu harus selalu tertanam kuat dalam setiap aktivitas kita sehari-hari.</p>
<p>Jangankedepankan to GET dalam sikap keseharian kita.</p>
<p>Pada saat sebagian besar orang memiliki sikap to GIVE kita sudah boleh mengatakan bahwa kita memang sudah MERDEKA.</p>
<p>Re-write, Lya</p>
<p>Source : MBTI</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.sabyla.com/blog/to-give-or-to-get/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>STRAWBERRY QUICK</title>
		<link>http://www.sabyla.com/blog/strawberry-quick/</link>
		<comments>http://www.sabyla.com/blog/strawberry-quick/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 09 Jun 2008 17:22:50 +0000</pubDate>
		<dc:creator>sabyla</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Family]]></category>

		<category><![CDATA[Strawberry]]></category>

		<category><![CDATA[Susu]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.sabyla.com/?p=11</guid>
		<description><![CDATA[Strawberry???..hhmm….nyum…yumm…yumm…siapa yang tidak suka dengan strawberry. Kebanyakan anak-anak suka dengan rasa strawberry yang ‘rame’. Permen strawberry, susu strawberry, selai strawberry hingga strawberry yang langsung dimakan buahnya, rasanya begitu segar, pas dengan sifat anak-anak yang sangat aktif.
Namun, sangat menyedihkan karena saat ini ada kabar buruk buat buah hati kita mengenai si strawberry yang biasanya sangat mampu [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Strawberry???..hhmm….nyum…yumm…yumm…siapa yang tidak suka dengan strawberry. Kebanyakan anak-anak suka dengan rasa strawberry yang ‘rame’. Permen strawberry, susu strawberry, selai strawberry hingga strawberry yang langsung dimakan buahnya, rasanya begitu segar, pas dengan sifat anak-anak yang sangat aktif.</p>
<p>Namun, sangat menyedihkan karena saat ini ada kabar buruk buat buah hati kita mengenai si strawberry yang biasanya sangat mampu menghibur anak-anak kita ternyata ada orang-orang yang tidak betanggung jawab menyalah gunakan strawberry sebagai penghantar narkotik.<br />
Permen strawberry yang biasanya sangat digemari buah hati tercinta kita ternyata tidak semuanya dapat member mereka asupan tambahan sehari-hari. Karena saat ini telah beredar sejenis permen yang mereka sebut “Strawberry Quick” atau “Strawberry Meth”. Bentuk permen ini hampir sama dengan permen “meletup di mulut” seperti yang biasa dijual di mart-mart di dekat rumah kita. Namun selain ‘meletup di mulut’ yang menimbulkan sensasi lucu, geli di mulut ‘permen’ yang dimaksud (strawberry quick) tersebut dapat menimbulkan efek halusinasi (hallucinogen) hingga dapat melemahkan syaraf-syaraf mungil buah hati kita dan akhirnya mengakibatkan ketagihan.<br />
Tuhan Maha Penyayang. Semoga anak-anak kita terlindung dari semua hal-hal buruk yang terselubung sangat rapi dan menyenangkan. Karena labarnya, ‘permen’ yang merupakan penjelmaan dari narkotik itu ditemukan di toko-toko dekat sekolah-sekolah dasar dan dijual dengan harga yang sangat terjangkau. Hanya dengan 500 rupiah saja mereka sudah dapat membeli ‘permen’ tersebut apalagi dengan ditambah bujuk rayu si penjual ‘permen’ yang tidak lain adalah pengedar narkotik.</p>
<p>Terdapat contoh surat-surat yang diedarkan untuk para orang tua murid di sekolah-sekolah yang salah satunya diedarkan sekolah di Nevada Amerika Serikat. Yang kalau diartikan kurang lebih akan seperti ini:</p>
<p>Sekolah Negeri Wilayah<br />
P.O.BOX 1300<br />
625 Weaver Avenue<br />
Battle Mountain, NV 89820<br />
Telepon: (775) 635-2886<br />
Fax: (775) 635-5347<span id="more-11"></span></p>
<p>“Kepada para Orang tua murid Sekolah Negeri Wilayah</p>
<p>Telah menjadi perhatian kita bahwa terdapat narkotika dalam bentuk baru dari dan membahayakan yang mengandungi Methamphetamine telah diedarkan dan ditawarkan pada anak-anak kita.</p>
<p>Bentuk baru dari narkotika ini mempunyai rasa Strawberry serta berwarna cerah (merah muda). Dinamakan dengan “Strawberry Quick” (menyerupai permen) serta didisain untuk dipasarkan pada anak-anak usia muda. Meskipun sang anak hanya menyentuh ‘permen’ itu, maka diapun akan secara otomatis akan masuk ke dalam system mereka.</p>
<p>Mohon memberikan pengarahan serta penjelasan pada anak-anak untuk tidak berbicara dengan orang yang tidak mereka kenal serta tidak menerima apapun yang ditawarkan pada mereka.”</p>
<p>Nah, ternyata meskipun ada beberapa yang menganggap adanya ‘permen narkotik’ itu hanya sebagai issue akan tetapi ternyata di beberapa tempat pun sudah mulai menyebarkan selebaran-selebaran yang berisi himbauan seperti diatas.</p>
<p>Terlepas dari benar atau tidaknya issue adanya ‘permen narkotik’ memang keadaan sekolah-sekolah di sekitar kita belum bisa dikatakan sangat aman untuk anak-anak kita jajan. Coba kita lihat penjaja makanan di sekolah-sekolah yang dekat dengan tempat tinggal kita, maka (jujur) dalam hati kita-pun akan miris (ngeri) melihat penganan atau jajanan hingga barang yang dijajakan pada anak-anak kita. Apakah jajanan tersebut sudah memenuhi syarat hygienis (kesehatan), apakah jajanan tersebut tidak mengandungi bahan kimia yang membahayakan? (terlalu banyak vitsin, bahan pengawet hingga pewarna buatan) ataukah yakinkah kita bahwa anak-anak kita akan aman jika jajan di sekolah (bukan di kantin) mereka? Bagaimana para penjaja makanan itu mencuci peralatannya? Bahan apakah yang dipakai untuk makanan yang mereka jual pada buah hati kita?</p>
<p>Hanya Tuhan yang tahu. Tapi yang pasti, adalah kewajiban kita-lah untuk menjaga anak-anak kita, generasi penerus kita untuk bisa hidup sehat dan tumbuh menjadi generasi cerdas yang tangguh jauh dari penyakit akibat kandungan kimia pada jajanan yang dijajakan oleh orang-orang yang tidak bertanggung jawab. Karena Allah telah memilih kita untuk menjaga malaikat-malaikat kecil-Nya (anak-anak kita) serta melindungi mereka dari apapun yang membahayakan diri mereka.</p>
<p>Semoga kita dan buah hatii kita senantiasa terlindung dari orang –orang yang hendak berbuat dzalim pada buah hati kita. Karena kita akan sangat merasa bersalah jika terjadi sesuatu pada buah hati kita akibat salah jajanan.</p>
<p>Jogjakarta, 09 Juni 2008</p>
<p>Ditulis oleh, Lya</p>
<p>Sumber: Surabaya Post, Senin 9 Juni 2008<br />
www.truthorfiction.com<br />
hubpages.com/hub/Beware_of_Strawberry_Meth</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.sabyla.com/blog/strawberry-quick/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>TIDAK AKAN ADA NADA SIBUK BUAT SAMBUNGAN KITA</title>
		<link>http://www.sabyla.com/blog/tidak-akan-ada-nada-sibuk-buat-sambungan-kita/</link>
		<comments>http://www.sabyla.com/blog/tidak-akan-ada-nada-sibuk-buat-sambungan-kita/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 07 Jun 2008 05:36:00 +0000</pubDate>
		<dc:creator>sabyla</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Family]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.sabyla.com/?p=10</guid>
		<description><![CDATA[Pernahkah Anda bayangkan bila pada saat kita berdoa, kita mendengar ini:
&#8220;Terima kasih, Anda telah menghubungi Baitullah&#8221;.
Tekan 1 untuk &#8216;meminta&#8217;.
Tekan 2 untuk &#8216;mengucap syukur&#8217;.
Tekan 3 untuk &#8216;mengeluh&#8217;.
Tekan 4 untuk &#8216;permintaan lainnya&#8217;.&#8221;
Atau&#8230;.
Bagaimana jika Malaikat memohon maaf atas panggilan anda seperti ini:
&#8220;Saat ini semua malaikat sedang membantu pelanggan lain. Tetaplah anda sabar
menunggu. Panggilan Anda pasti dijawab berdasarkan urutannya.&#8221;
Atau, [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Pernahkah Anda bayangkan bila pada saat kita berdoa, kita mendengar ini:<br />
&#8220;Terima kasih, Anda telah menghubungi Baitullah&#8221;.<br />
Tekan 1 untuk &#8216;meminta&#8217;.<br />
Tekan 2 untuk &#8216;mengucap syukur&#8217;.<br />
Tekan 3 untuk &#8216;mengeluh&#8217;.<br />
Tekan 4 untuk &#8216;permintaan lainnya&#8217;.&#8221;</p>
<p>Atau&#8230;.<br />
Bagaimana jika Malaikat memohon maaf atas panggilan anda seperti ini:<br />
<em>&#8220;Saat ini semua malaikat sedang membantu pelanggan lain. Tetaplah anda sabar<br />
menunggu. Panggilan Anda pasti dijawab berdasarkan urutannya.&#8221;</em></p>
<p>Atau, bisakah Anda bayangkan bila pada saat berdoa, Anda mendapat<br />
respons seperti ini:<br />
&#8220;Jika Anda ingin berbicara dengan Malaikat,<br />
<strong>Tekan 1</strong>. Dengan Malaikat <strong>Mikail</strong>,<br />
<strong>Tekan 2.</strong> Dengan malaikat <strong>lainnya,</strong><br />
<strong>Tekan 3</strong><strong>.</strong> Jika Anda ingin mendengar sari tilawah saat Anda menunggu,<br />
<strong>Tekan 4. </strong>Untuk berbicara dengan Malaikat Mungkar-Nakir  mengenai layanan yang Anda butuhkan.</p>
<p><em>&#8220;Untuk jawaban pertanyaan tentang hakekat surga &amp; neraka,<br />
silahkan tunggu sampai Anda tiba di sini!!&#8221;</em></p>
<p>Atau bisa juga Anda mendengar ini :</p>
<p><em>&#8220;Komputer kami menunjukkan bahwa Anda telah satu kali  melakukan komunikasi dengan kami hari ini.<br />
Silakan mencoba kembali esok hari, dan jangan lupa berwudhu kembali saat anda akan menelpon nomor ini.&#8221;<br />
</em>atau&#8230;</p>
<p><em>&#8220;Kantor ini ditutup pada akhir minggu. Silakan menelpon kembali hari<br />
Senin setelah pukul 9 pagi.&#8221;</em></p>
<p>Nah&#8230;mengucaplah: Alhamdulillah. .. Allah SWT masih mengasihi kita, dan Anda dapat menelpon-Nya<br />
setiap saat!!!<span id="more-10"></span></p>
<p>Anda hanya perlu untuk memanggilnya kapan saja dan Dia mendengar Anda.<br />
Karena bila memanggil Allah, Anda tidak akan pernah mendapat nada sibuk.<br />
Allah menerima setiap panggilan dan mengetahui siapa pemanggilnya secara<br />
pribadi.</p>
<p>Ketika Anda memanggil-Nya, gunakan nomor utama ini: 24434<br />
2 : shalat Subuh<br />
4 : shalat Zuhur<br />
4 : shalat Ashar<br />
3 : shalat Maghrib<br />
4 : shalat Isya</p>
<p>Atau untuk lebih lengkapnya dan lebih banyak kemashlahatannya, gunakan nomor ini : 28443483<br />
2 : shalat Subuh<br />
8 : Shalat Dhuha<br />
4 : shalat Zuhur<br />
4 : shalat Ashar<br />
3 : shalat Maghrib<br />
4 : shalat Isya<br />
8 : Shalat Lail (tahajjud atau lainnya)<br />
3 : Shalat Witir</p>
<p>Info selengkapnya ada di Buku  Panduan (Manual Book) berjudul &#8220;Al Qur&#8217;anul Karim &amp;<br />
Hadist Rasul&#8221;</p>
<p>Langsung hubungi, tanpa Operator tanpa Perantara, tanpa dipungut biaya.</p>
<p>Nomor 24434 dan 28443483 ini memiliki jumlah saluran hunting yang tak<br />
terbatas dan seluruhnya buka 24 jam sehari 7 hari seminggu 365 hari<br />
setahun !!!</p>
<p>Bisa anda bayangkan &#8230;adakah server yang lebih hebat dari server ini&#8230;???<br />
(Sebarkan informasi ini kepada orang-orang di sekeliling kita..<br />
Mana tahu mungkin mereka sedang membutuhkannya )</p>
<p>Sabda Rasulullah S.A.W : &#8220;Barang siapa hafal tujuh kalimat, ia<br />
terpandang mulia di sisi Allah dan Malaikat serta diampuni dosa-dosanya<br />
walau sebanyak buih laut&#8221;</p>
<p>7 Kalimah ALLAH:<br />
1. Mengucap &#8220;Bismillah&#8221; pada tiap-tiap hendak melakukan sesuatu.<br />
2. Mengucap &#8221; Alhamdulillah&#8221; pada tiap-tiap selesai melakukan sesuatu.<br />
3. Mengucap &#8220;Astaghfirullah&#8221; jika lidah terselip perkataan yang tidak<br />
patut.<br />
4. Mengucap &#8221; Insya-Allah&#8221; jika merencanakan berbuat sesuatu di hari<br />
esok.<br />
5. Mengucap &#8220;La haula wala kuwwata illa billah&#8221; jika menghadapi sesuatu<br />
tak disukai dan tak diingini.<br />
6. Mengucap &#8220;inna lillahi wa inna ilaihi rajiun&#8221; jika menghadapi dan<br />
menerima musibah.<br />
7. Mengucap &#8220;La ilaha illa Allah Muhammad Rasulullah &#8221; sepanjang siang<br />
dan malam sehingga tak terpisah dari lidahnya.</p>
<p>Dari tafsir Hanafi, mudah-mudahan ingat, walau lambat-lambat. &#8230; mudah-mudahan selalu, walau sambil lalu&#8230; mudah-mudahan jadi bisa, karena sudah biasa.</p>
<p>Sekarang anda mempunyai 2 pilihan :<br />
1. Biarkan idea tau pola piker ini tetap ada dalam benak ada, dan anda tidak akan merasa rugi dengan hanya     menyimpan pemikiran ini.</p>
<p>2. Sebarkan pemikiran ini dan kita berharap agar orang-orang yang anda sayangi dan di sekitar anda dapat     ikut memahami  pemikiran ini, dengan demikian benih-benih kebaikan ada tersebar.</p>
<p>Wassalaamu&#8217;alaikum. .<br />
Semoga Allah SWT memberkati kita semua&#8230;..Amin.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.sabyla.com/blog/tidak-akan-ada-nada-sibuk-buat-sambungan-kita/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Tukang Kayu</title>
		<link>http://www.sabyla.com/blog/tukang-kayu/</link>
		<comments>http://www.sabyla.com/blog/tukang-kayu/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 07 Jun 2008 05:24:02 +0000</pubDate>
		<dc:creator>sabyla</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Family]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.sabyla.com/?p=9</guid>
		<description><![CDATA[Seorang tukang kayu yang sudah tua dan tidak lagi mampu bekerja karena alasan fisik, bermaksud pensiun
dari pekerjaannya di sebuah perusahaan konstruksi. Ia menyampaikan keinginannya tersebut pada pemilik
perusahaan. Tentu saja, karena tidak lagi bekerja, ia akan kehilangan penghasilan bulanannya untuk
menghidupi keluarganya. Namun keputusan itu sudah bulat. Ia merasa lelah. Ia ingin beristirahat dan
menikmati sisa hari tuanya [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Seorang tukang kayu yang sudah tua dan tidak lagi mampu bekerja karena alasan fisik, bermaksud pensiun<br />
dari pekerjaannya di sebuah perusahaan konstruksi. Ia menyampaikan keinginannya tersebut pada pemilik<br />
perusahaan. Tentu saja, karena tidak lagi bekerja, ia akan kehilangan penghasilan bulanannya untuk<br />
menghidupi keluarganya. Namun keputusan itu sudah bulat. Ia merasa lelah. Ia ingin beristirahat dan<br />
menikmati sisa hari tuanya dengan penuh kedamaian bersama istri dan keluarganya. Pemilik perusahaan merasa sedih kehilangan salah seorang pekerja terbaiknya. Ia lalu memohon pada<br />
tukang kayu tersebut untuk membuatkan sebuah rumah untuk dirinya.<span id="more-9"></span></p>
<p>Tukang kayu mengangguk menyetujui permohonan pribadi pemilik perusahaan itu. Tapi, sebenarnya ia merasa terpaksa. Ia ingin segera berhenti. Hatinya tidak sepenuhnya dicurahkan. Dengan persaan malas dan<br />
ogah-ogahan ia mengerjakan proyek itu. Dan saat membangun rumah pesanan majikannya itu, ia menggunakan bahan-bahan dengan kualitas yang sangat rendah.</p>
<p style="text-align: left">Akhirnya selesailah rumah yang diminta. Hasilnya bukanlah sebuah rumah dengan kualitas yang baik.<br />
Sungguh sayang ia harus mengakhiri kariernya dengan prestasi yang tidak begitu mengagumkan.</p>
<p>Ketika pemilik perusahaan itu datang melihat rumah yang dimintanya, ia menyerahkan sebuah kunci rumah<br />
pada si tukang kayu. &#8220;Ini adalah rumahmu,&#8221; katanya, &#8220;hadiah dari kami.&#8221;</p>
<p>Betapa terkejutnya si tukang kayu. Betapa malu dan menyesalnya. Seandainya saja ia mengetahui bahwa ia<br />
sesungguhnya mengerjakan rumah untuk dirinya sendiri, ia tentu akan mengerjakannya dengan cara yang lain sama sekali. Kini ia harus tinggal di sebuah rumah yang tak terlalu bagus hasil karyanya sendiri.</p>
<p>Itulah yang terjadi pada kehidupan kita. Kadangkala, banyak dari kita yang membangun kehidupan dengan cara yang membingungkan. Lebih memilih berusaha ala kadarnya ketimbang mengupayakan yang baik. Bahkan, pada bagian-bagian terpenting dalam hidup kita tidak<br />
memberikan yang terbaik. Pada akhir perjalanan kita terkejut saat melihat apa yang telah kita lakukan dan<br />
menemukan diri kita hidup di dalam sebuah rumah yang kita ciptakan sendiri. Seandainya kita menyadarinya<br />
sejak semula kita akan menjalani hidup ini dengan cara yang jauh berbeda.</p>
<p>Renungkan bahwa kita adalah si tukang kayu. Renungkan rumah yang sedang kita bangun. Setiap hari kita<br />
memukul paku, memasang papan, mendirikan dinding dan atap. Mari kita selesaikan rumah kita dengan<br />
sebaik-baiknya seolah-olah hanya mengerjakannya sekali saja dalam seumur hidup. Biarpun kita hanya hidup satu hari, maka dalam satu hari itu kita pantas untuk hidup penuh keagungan dan kejayaan. Apa yang bisa diterangkan lebih jelas lagi. Hidup kita esok adalah akibat sikap dan pilihan yang kita perbuat hari ini.<br />
Hari perhitungan adalah milik Pencipta, bukan kita. karenanya pastikan kita pun akan masuk dalam barisan<br />
kemenangan.</p>
<p>Hidup adalah proyek yang kau kerjakan sendiri.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.sabyla.com/blog/tukang-kayu/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>A poet for Every Woman</title>
		<link>http://www.sabyla.com/blog/a-poet-for-every-woman/</link>
		<comments>http://www.sabyla.com/blog/a-poet-for-every-woman/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 06 Jun 2008 07:11:27 +0000</pubDate>
		<dc:creator>sabyla</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Family]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.sabyla.com/?p=8</guid>
		<description><![CDATA[Aku wanita yang mreka bilang cukup kuat untuk seorang wanita
Aku punya cukup energi hingga aku cukup kuat sebagai seorang wanita
Aku selalu mempunyai alasan untuk tidak terhanyut emosi selayaknya seorang wanita
Tapi aku, seorang wanita
Aku wanita yang mreka bilang cukup tegar untuk seorang wanita
Aku tidak akan menerima kata kalah dan menyerah meski aku seorang wanita
Aku selalu penuhi [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Aku wanita</strong> yang mreka bilang cukup kuat untuk seorang wanita<br />
Aku punya cukup energi hingga aku cukup kuat sebagai seorang wanita<br />
Aku selalu mempunyai alasan untuk tidak terhanyut emosi selayaknya seorang wanita<br />
Tapi aku, seorang wanita</p>
<p><strong>Aku wanita</strong> yang mreka bilang cukup tegar untuk seorang wanita<br />
Aku tidak akan menerima kata kalah dan menyerah meski aku seorang wanita<br />
Aku selalu penuhi pikiranku dengan hal-hal yang janggal untuk seorang wanita<br />
Tapi aku, seorang wanita</p>
<p><strong>Aku wanita</strong> yang mreka bilang cukup mempunyai keberanian untuk seorang wanita<br />
Aku tidak akan mau terbelenggu ketakutan untuk maju lebih kedepan untuk semua wanita<br />
Aku akan terus menerobos jalan yang ada di depanku meski aku seorang wanita<br />
Tapi aku, tetap seorang wanita</p>
<p>Aku berfikir bahwa aku adalah makhluk indah yang Tuhan ciptakan, wanita<br />
Aku ingin merasakan dan berpeka hati selayaknya seorang wanita tapi aku tak juga bisa<br />
Aku ingin selalu merasakan kasih sayang, kelembutan karena aku wanita<br />
Aku selalu melakukan hal yang sama aku menyayangi, memberikan kasih seorang wanita<br />
Tapi aku, tetap saja wanita</p>
<p>Wanita selalu lembut, penuh kasih, sabar, selalu mengalah dan melayani karena dia wanita<br />
Wanita tidaklah seharusnya bersikap menuruti apa kata hatinya karena dia wanita<br />
Wanita sudah kodratnya untuk melayani dan selalu mengabdi karena dia wanita<br />
Wanita tidak seharusnya merasakan apa yang dia rasakan, karena dia wanita<br />
Tapi aku, aku adalah wanita</p>
<p><strong>Aku wanita</strong> yang harus selalu tabah apapun perlakuan dunia,<br />
Aku wanita yang (merasa) harus selalu memberikan apapun yang aku punya<br />
Aku wanita yang merasa malu karena aib telah menjalar ke seluruh dunia<br />
Aku wanita yang tidak mampu berkata-kata<br />
Karena aku adalah wanita<span id="more-8"></span></p>
<p>Aku lemah, aku tidak berdaya, aku tidaklah kuat dan pemberani seperti harapan mereka<br />
Mulutku bahkan tidak mampu mewakili hati nuraniku untuk didengar<br />
Mataku hanya mampu melihat semua dan hanya mampu berharap saja<br />
Apakah itu karena aku wanita?</p>
<p>Dan sekarang,<br />
Hidupku penuh warna dan sejuta keharusan<br />
Energiku adalah kasih sayang yang siap untuk aku bagikan<br />
Nafasku adalah suara hatiku, artian dari apa yang aku tatap<br />
Sentuhanku adalah keajaiban yag dapat mebahagiakan sekaligus memberikan ancaman<br />
Mataku adalah cerminan atas apa yang aku rasakan</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.sabyla.com/blog/a-poet-for-every-woman/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Tips Menulis ide untuk artikel dalam blog</title>
		<link>http://www.sabyla.com/blog/tips-menulis-ide-untuk-artikel-dalam-blog/</link>
		<comments>http://www.sabyla.com/blog/tips-menulis-ide-untuk-artikel-dalam-blog/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 02 Jun 2008 08:33:09 +0000</pubDate>
		<dc:creator>sabyla</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Blogging Tips]]></category>

		<category><![CDATA[Tips Menulis]]></category>

		<category><![CDATA[Tips Menulis Blog]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.sabyla.com/?p=6</guid>
		<description><![CDATA[Sampai saat ini, bila kita mau menulis sebuah content dalam blog, masih banyak rekan² yang langsung mengacu pada editor yang disediakan oleh engine blog tersebut dan menulis dari awal sampai akhir apa yang mau diungkapkan.
Sesungguhnya hal ini tidak perlu terjadi, karena setiap ide tulisan muncul kapan saja. dan belum tentu pada saat munculnya ide tersebut kita ada di depan komputer, bahkan belum tentu komputer tersebut tidak mempunyai [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: left;">Sampai saat ini, bila kita mau menulis sebuah content dalam blog, masih banyak rekan² yang langsung mengacu pada editor yang disediakan oleh engine blog tersebut dan menulis dari awal sampai akhir apa yang mau diungkapkan.</p>
<p style="text-align: left;">Sesungguhnya hal ini tidak perlu terjadi, karena setiap ide tulisan muncul kapan saja. dan belum tentu pada saat munculnya ide tersebut kita ada di depan komputer, bahkan belum tentu komputer tersebut tidak mempunyai koneksi internet untuk memostingkan artikel kita ke dalam blog.</p>
<p style="text-align: left;">Jadi bagaimana bila kita dlam keadaan berkendaraan kemudian melihhat sesuatu hal yang tiba² ada dalam pikiran anda dan anda ingin tuliskan dan ingin berbagi dengan para bloggers lainnya ?</p>
<p style="text-align: left;">Saya akan memberikan tips bagi kalian yang Insya ALLAH memudahkan ide itu tidak menguap secara tiba² karena tidak kita tuliskan atau catat terlebih dahulu.</p>
<p style="text-align: left;"><strong>1. Siapkan Pena dan sebuah notes kecil.</strong></p>
<p style="text-align: left;">Pena dan notes kecil yang kita bisa beli murah dengan harga kurang dari 5 ribu perak ini INsya ALLAH bermanfa&#8217;at untuk menampung ide² anda setiap saat melintas dalam pikiran anda. Baik anda sedang berkendaraan atau sedang dalam berbagai aktivitas.</p>
<p style="text-align: left;"><strong>2. Jika ide tulisan muncul, tuliskan tema utama tulisan, kemudian tema² pendukung lainnya.</strong></p>
<p style="text-align: left;">Tema² pendukung usahakan yang berhubungan dengan tema utama. Jangan lupa catat tanggal ide tersebut pada saat pertama kali muncul.<span id="more-6"></span></p>
<p style="text-align: left;"><strong>3.  Jika dalam kondisi beraktivitas, luangkan waktu sejenak berhenti dan tuliskan secepatnya langkah 2.</strong></p>
<p style="text-align: left;">Tujuan dari langkah di atas adalah agar anda tidak cepat lupa dengan ide yang pertama kali muncul, dan diharapkan pikiran masih fresh dengan daya imajinasi dan daya pikir yang tinggi.</p>
<p style="text-align: left;"><strong>4. Luangkan waktu untuk mengembangkan tulisan dari ide² yang sudah anda catat.</strong></p>
<p style="text-align: left;">Bagaimanapun juga untuk membuat sebuah artikel anda harus bisa meluangkan waktu aga tulisan tesrsebut menjadi sebuah tulisan sempurna yang dikembangkan dari ide² yang pernah anda catat. Berilah judul artikel anda dengan keyword yang umum yang ada hubungannya dengan artikel anda, hal ini akan membantu para pencari artikel dalam search engine menemukan artikel anda. Artikel anda tidak harus langsung diketikkan pada komputer, kalo anda punya buku diary atau buku yang anda sebut buku &#8220;catatan&#8221;, maka tuliskah disitu. Jangan kawatir anda tidak sedang dikerjar deadline seperti wartawan. <img src='http://www.sabyla.com/blog/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
<p style="text-align: left;"><strong>5. Selalu rileks dan tidak terbebani dengan waktu posting.</strong></p>
<p style="text-align: left;">Hal ini sangat penting, karena jika kita merasa terbebani harus dengan waktu tertentu untuk melakukan posting dalam blog kita maka akan membuat kita stress sendiri. Bahkan bisa jadi membuat gairah menulis kita menjadi menurun.</p>
<p style="text-align: left;"><strong>6. Jika sudah terkumpul luangkan waktu untuk posting.</strong></p>
<p style="text-align: left;">Luangkan waktu untuk postingkan apa yang sudah anda catat ke dalam blog anda. Tidak harus sekaligus anda posting semua artikel, pilihlah menurut apa yang anda suka, dan tidak harus setiap hari, berilah interval dengan tidak terlalu cepat dan tidak terlalu lama.</p>
<p style="text-align: left;">Well demikian tips dari saya, sesungguhnya ini hanya sebuah tips yang ada dalam pikiran saya, dan masih banyak tips² lain yang lebih bagus dari apa yang saya tuliskan ini. Btw kalo ada tambahan silahkan anda tambahakn pada komentar di bawah, hal ini sangat membantu para pembaca lainnya dan membantu kesempurnaan artikel ini.</p>
<p style="text-align: left;">Terima kasih banyak &#8230;</p>
<p style="text-align: left;">Tulisan ini sumbangan dari<a title="Deconlabel dot com" href="http://www.deconlabel.com" target="_blank"> &#8220;tintin&#8221;</a> untuk <a href="http://www.sabyla.com" target="_self">bu Lia</a> .. happy blogging bu .. <img src='http://www.sabyla.com/blog/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> .</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.sabyla.com/blog/tips-menulis-ide-untuk-artikel-dalam-blog/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>A Poetry for an Old Friend of Mine</title>
		<link>http://www.sabyla.com/blog/hello-world/</link>
		<comments>http://www.sabyla.com/blog/hello-world/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 02 Jun 2008 02:51:08 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Family]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.sabyla.com/blog/?p=1</guid>
		<description><![CDATA[A Letter from an Old Friend
I open an old envelope inside my old wardrobe
As if I’m searching something likely just little hope
A hope that I’ve lost in my mind
For I’ve living in somewhere without a gleam kind
I opened an old envelope inside my old wardrobe
And I knew it was from an old friend of mine
I [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>A Letter from an Old Friend</p>
<p>I open an old envelope inside my old wardrobe<br />
As if I’m searching something likely just little hope<br />
A hope that I’ve lost in my mind<br />
For I’ve living in somewhere without a gleam kind</p>
<p>I opened an old envelope inside my old wardrobe<br />
And I knew it was from an old friend of mine<br />
I knew him even just a little while<br />
Yet we have great days to spent together<br />
Laughing, and telling each stories of us, sweetest moments ever</p>
<p>I opened an old envelope inside my old wardrobe<br />
Without I realize, I smile and imagine everything we’ve been through<br />
At the same time, I new a hope has coming thru<br />
For I just open that envelope<br />
That lies in my old wardrobe</p>
<p>Such a sweet ending of my day..<br />
I knew him just few days<br />
Yet we’ve been sharing a lot of sweet stories of our lives<br />
Even we’re being part in thousand miles</p>
<p>Such a hope I found in my old wardrobe<br />
A letter from an old friend of mine wrapped by wither envelope<br />
I knew he’s okay somewhere at another side of this earth<br />
But we’re having each other inside our heart</p>
<p>Unwrapped in wither envelope<br />
But filled with joy, happiness and thousands hope<br />
Be good my old friend<br />
For I will come to you and bring you sweet stories again</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.sabyla.com/blog/hello-world/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
	</channel>
</rss>
