Archive for the ‘Family’ Category

Pernahkah Anda bayangkan bila pada saat kita berdoa, kita mendengar ini:
“Terima kasih, Anda telah menghubungi Baitullah”.
Tekan 1 untuk ‘meminta’.
Tekan 2 untuk ‘mengucap syukur’.
Tekan 3 untuk ‘mengeluh’.
Tekan 4 untuk ‘permintaan lainnya’.”

Atau….
Bagaimana jika Malaikat memohon maaf atas panggilan anda seperti ini:
“Saat ini semua malaikat sedang membantu pelanggan lain. Tetaplah anda sabar
menunggu. Panggilan Anda pasti dijawab berdasarkan urutannya.”

Atau, bisakah Anda bayangkan bila pada saat berdoa, Anda mendapat
respons seperti ini:
“Jika Anda ingin berbicara dengan Malaikat,
Tekan 1. Dengan Malaikat Mikail,
Tekan 2. Dengan malaikat lainnya,
Tekan 3. Jika Anda ingin mendengar sari tilawah saat Anda menunggu,
Tekan 4. Untuk berbicara dengan Malaikat Mungkar-Nakir mengenai layanan yang Anda butuhkan.

“Untuk jawaban pertanyaan tentang hakekat surga & neraka,
silahkan tunggu sampai Anda tiba di sini!!”

Atau bisa juga Anda mendengar ini :

“Komputer kami menunjukkan bahwa Anda telah satu kali melakukan komunikasi dengan kami hari ini.
Silakan mencoba kembali esok hari, dan jangan lupa berwudhu kembali saat anda akan menelpon nomor ini.”
atau…

“Kantor ini ditutup pada akhir minggu. Silakan menelpon kembali hari
Senin setelah pukul 9 pagi.”

Nah…mengucaplah: Alhamdulillah. .. Allah SWT masih mengasihi kita, dan Anda dapat menelpon-Nya
setiap saat!!! (more…)

  • 0 Comments
  • Filed under: Family
  • Tukang Kayu

    Seorang tukang kayu yang sudah tua dan tidak lagi mampu bekerja karena alasan fisik, bermaksud pensiun
    dari pekerjaannya di sebuah perusahaan konstruksi. Ia menyampaikan keinginannya tersebut pada pemilik
    perusahaan. Tentu saja, karena tidak lagi bekerja, ia akan kehilangan penghasilan bulanannya untuk
    menghidupi keluarganya. Namun keputusan itu sudah bulat. Ia merasa lelah. Ia ingin beristirahat dan
    menikmati sisa hari tuanya dengan penuh kedamaian bersama istri dan keluarganya. Pemilik perusahaan merasa sedih kehilangan salah seorang pekerja terbaiknya. Ia lalu memohon pada
    tukang kayu tersebut untuk membuatkan sebuah rumah untuk dirinya. (more…)

  • 0 Comments
  • Filed under: Family
  • A poet for Every Woman

    Aku wanita yang mreka bilang cukup kuat untuk seorang wanita
    Aku punya cukup energi hingga aku cukup kuat sebagai seorang wanita
    Aku selalu mempunyai alasan untuk tidak terhanyut emosi selayaknya seorang wanita
    Tapi aku, seorang wanita

    Aku wanita yang mreka bilang cukup tegar untuk seorang wanita
    Aku tidak akan menerima kata kalah dan menyerah meski aku seorang wanita
    Aku selalu penuhi pikiranku dengan hal-hal yang janggal untuk seorang wanita
    Tapi aku, seorang wanita

    Aku wanita yang mreka bilang cukup mempunyai keberanian untuk seorang wanita
    Aku tidak akan mau terbelenggu ketakutan untuk maju lebih kedepan untuk semua wanita
    Aku akan terus menerobos jalan yang ada di depanku meski aku seorang wanita
    Tapi aku, tetap seorang wanita

    Aku berfikir bahwa aku adalah makhluk indah yang Tuhan ciptakan, wanita
    Aku ingin merasakan dan berpeka hati selayaknya seorang wanita tapi aku tak juga bisa
    Aku ingin selalu merasakan kasih sayang, kelembutan karena aku wanita
    Aku selalu melakukan hal yang sama aku menyayangi, memberikan kasih seorang wanita
    Tapi aku, tetap saja wanita

    Wanita selalu lembut, penuh kasih, sabar, selalu mengalah dan melayani karena dia wanita
    Wanita tidaklah seharusnya bersikap menuruti apa kata hatinya karena dia wanita
    Wanita sudah kodratnya untuk melayani dan selalu mengabdi karena dia wanita
    Wanita tidak seharusnya merasakan apa yang dia rasakan, karena dia wanita
    Tapi aku, aku adalah wanita

    Aku wanita yang harus selalu tabah apapun perlakuan dunia,
    Aku wanita yang (merasa) harus selalu memberikan apapun yang aku punya
    Aku wanita yang merasa malu karena aib telah menjalar ke seluruh dunia
    Aku wanita yang tidak mampu berkata-kata
    Karena aku adalah wanita (more…)

  • 0 Comments
  • Filed under: Family
  • A Letter from an Old Friend

    I open an old envelope inside my old wardrobe
    As if I’m searching something likely just little hope
    A hope that I’ve lost in my mind
    For I’ve living in somewhere without a gleam kind

    I opened an old envelope inside my old wardrobe
    And I knew it was from an old friend of mine
    I knew him even just a little while
    Yet we have great days to spent together
    Laughing, and telling each stories of us, sweetest moments ever

    I opened an old envelope inside my old wardrobe
    Without I realize, I smile and imagine everything we’ve been through
    At the same time, I new a hope has coming thru
    For I just open that envelope
    That lies in my old wardrobe

    Such a sweet ending of my day..
    I knew him just few days
    Yet we’ve been sharing a lot of sweet stories of our lives
    Even we’re being part in thousand miles

    Such a hope I found in my old wardrobe
    A letter from an old friend of mine wrapped by wither envelope
    I knew he’s okay somewhere at another side of this earth
    But we’re having each other inside our heart

    Unwrapped in wither envelope
    But filled with joy, happiness and thousands hope
    Be good my old friend
    For I will come to you and bring you sweet stories again

  • 2 Comments
  • Filed under: Family
  • Random Ayat

    Banyak Dilihat

    JuST SHouT!!!


    Free chat widget @ ShoutMix

     

    January 2009
    M T W T F S S
    « Jul    
     1234
    567891011
    12131415161718
    19202122232425
    262728293031  

    Archives

    Webmail

    Username Password

    Hits Visitor

    Visits today: 1
    Users Online