7 Jun
Pernahkah Anda bayangkan bila pada saat kita berdoa, kita mendengar ini:
“Terima kasih, Anda telah menghubungi Baitullah”.
Tekan 1 untuk ‘meminta’.
Tekan 2 untuk ‘mengucap syukur’.
Tekan 3 untuk ‘mengeluh’.
Tekan 4 untuk ‘permintaan lainnya’.”
Atau….
Bagaimana jika Malaikat memohon maaf atas panggilan anda seperti ini:
“Saat ini semua malaikat sedang membantu pelanggan lain. Tetaplah anda sabar
menunggu. Panggilan Anda pasti dijawab berdasarkan urutannya.”
Atau, bisakah Anda bayangkan bila pada saat berdoa, Anda mendapat
respons seperti ini:
“Jika Anda ingin berbicara dengan Malaikat,
Tekan 1. Dengan Malaikat Mikail,
Tekan 2. Dengan malaikat lainnya,
Tekan 3. Jika Anda ingin mendengar sari tilawah saat Anda menunggu,
Tekan 4. Untuk berbicara dengan Malaikat Mungkar-Nakir mengenai layanan yang Anda butuhkan.
“Untuk jawaban pertanyaan tentang hakekat surga & neraka,
silahkan tunggu sampai Anda tiba di sini!!”
Atau bisa juga Anda mendengar ini :
“Komputer kami menunjukkan bahwa Anda telah satu kali melakukan komunikasi dengan kami hari ini.
Silakan mencoba kembali esok hari, dan jangan lupa berwudhu kembali saat anda akan menelpon nomor ini.”
atau…
“Kantor ini ditutup pada akhir minggu. Silakan menelpon kembali hari
Senin setelah pukul 9 pagi.”
Nah…mengucaplah: Alhamdulillah. .. Allah SWT masih mengasihi kita, dan Anda dapat menelpon-Nya
setiap saat!!! (more…)
7 Jun
Seorang tukang kayu yang sudah tua dan tidak lagi mampu bekerja karena alasan fisik, bermaksud pensiun
dari pekerjaannya di sebuah perusahaan konstruksi. Ia menyampaikan keinginannya tersebut pada pemilik
perusahaan. Tentu saja, karena tidak lagi bekerja, ia akan kehilangan penghasilan bulanannya untuk
menghidupi keluarganya. Namun keputusan itu sudah bulat. Ia merasa lelah. Ia ingin beristirahat dan
menikmati sisa hari tuanya dengan penuh kedamaian bersama istri dan keluarganya. Pemilik perusahaan merasa sedih kehilangan salah seorang pekerja terbaiknya. Ia lalu memohon pada
tukang kayu tersebut untuk membuatkan sebuah rumah untuk dirinya. (more…)
6 Jun
Aku wanita yang mreka bilang cukup kuat untuk seorang wanita
Aku punya cukup energi hingga aku cukup kuat sebagai seorang wanita
Aku selalu mempunyai alasan untuk tidak terhanyut emosi selayaknya seorang wanita
Tapi aku, seorang wanita
Aku wanita yang mreka bilang cukup tegar untuk seorang wanita
Aku tidak akan menerima kata kalah dan menyerah meski aku seorang wanita
Aku selalu penuhi pikiranku dengan hal-hal yang janggal untuk seorang wanita
Tapi aku, seorang wanita
Aku wanita yang mreka bilang cukup mempunyai keberanian untuk seorang wanita
Aku tidak akan mau terbelenggu ketakutan untuk maju lebih kedepan untuk semua wanita
Aku akan terus menerobos jalan yang ada di depanku meski aku seorang wanita
Tapi aku, tetap seorang wanita
Aku berfikir bahwa aku adalah makhluk indah yang Tuhan ciptakan, wanita
Aku ingin merasakan dan berpeka hati selayaknya seorang wanita tapi aku tak juga bisa
Aku ingin selalu merasakan kasih sayang, kelembutan karena aku wanita
Aku selalu melakukan hal yang sama aku menyayangi, memberikan kasih seorang wanita
Tapi aku, tetap saja wanita
Wanita selalu lembut, penuh kasih, sabar, selalu mengalah dan melayani karena dia wanita
Wanita tidaklah seharusnya bersikap menuruti apa kata hatinya karena dia wanita
Wanita sudah kodratnya untuk melayani dan selalu mengabdi karena dia wanita
Wanita tidak seharusnya merasakan apa yang dia rasakan, karena dia wanita
Tapi aku, aku adalah wanita
Aku wanita yang harus selalu tabah apapun perlakuan dunia,
Aku wanita yang (merasa) harus selalu memberikan apapun yang aku punya
Aku wanita yang merasa malu karena aib telah menjalar ke seluruh dunia
Aku wanita yang tidak mampu berkata-kata
Karena aku adalah wanita (more…)
2 Jun
A Letter from an Old Friend
I open an old envelope inside my old wardrobe
As if I’m searching something likely just little hope
A hope that I’ve lost in my mind
For I’ve living in somewhere without a gleam kind
I opened an old envelope inside my old wardrobe
And I knew it was from an old friend of mine
I knew him even just a little while
Yet we have great days to spent together
Laughing, and telling each stories of us, sweetest moments ever
I opened an old envelope inside my old wardrobe
Without I realize, I smile and imagine everything we’ve been through
At the same time, I new a hope has coming thru
For I just open that envelope
That lies in my old wardrobe
Such a sweet ending of my day..
I knew him just few days
Yet we’ve been sharing a lot of sweet stories of our lives
Even we’re being part in thousand miles
Such a hope I found in my old wardrobe
A letter from an old friend of mine wrapped by wither envelope
I knew he’s okay somewhere at another side of this earth
But we’re having each other inside our heart
Unwrapped in wither envelope
But filled with joy, happiness and thousands hope
Be good my old friend
For I will come to you and bring you sweet stories again
Yang Komentar